eEnterprise Volume I Nomor 04 - Februari 2003
Call Center
MasterCard International memperkenalkan solusi pembayaran dan penyelesaian transaksi eB2B generasi mendatang.
Selamat tinggal kertas …
 

Untuk melakukan pembayaran transaksi, baik bagi perusahaan maupun perorangan saat ini dapat dilakukan dengan mudah. Kini, tak perlu lagi menenteng uang cash dalam jumlah besar untuk membayar transaksi, tapi cukup dengan menggesekkan kartu kredit saja. Tentu, penggunaan kartu kredit sangat serbaguna, selain tak perlu repot menjinjing uang kemana-mana, faktor keamanan menjadi daya tarik tersendiri.

Namun, pernahkan terbayangkan bagaimana perusahaan keuangan penyedia kartu kredit mengatur administrasi pembayaran seluruh penggunanya yang tersebar di seluruh dunia. Memang bukan masalah yang mudah, tetapi juga bukan persoalan yang rumit. Terbukti, MasterCard Internasional yang memiliki portofolio kartu pembayaran paling komprehensif, dengan logo yang sudah dikenal sangat baik dan dapat diterima di seluruh dunia, seperti MasterCard, Cirrus dan Maestro, dapat mengatasi masalah tersebut.
Hal itu dapat dilakukan dengan mengembangkan layanan pembayaran dan pengelolaan informasi elektronik, yang secara drastis semakin memudahkan proses pembelian dan sekaligus memberikan kontribusi yang menguntungkan. Lewat kerjasama dan integrasi komprehensif antara MasterCard Corporate Payment Solutions dengan Xign Payment Services Network (XPSN) dari Xign Corporation, memungkinkan kemudahan tersebut. Apalagi solusi ini juga dapat diterapkan alias diadaptasi oleh perusahaan, maupun badan pemerintah untuk mengambil manfaat dari perdagangan elektronik B2B end to end yang benar-benar nirkertas (paperless).

MasterCard dan Xign menghasilkan penghematan pengeluaran langsung dengan dihilangkannya beberapa langkah mahal yang berbasis kertas dalam proses pembayaran dan rekonsiliasi. Para pembeli dapat melakukan pemesanan secara elektronik, menerima tagihan secara elektronik, membayar secara elektronik sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Begitu juga, menerima data transaksi yang telah ditingkatkan dan integrasi data ke dalam sistem keuangan. Sedangkan untuk para pemasok, solusi ini memungkinkan penagihan secara online, akses langsung ke status pembayaran, penerimaan pembayaran elektronik, rekonsiliasi transaksi yang lebih mudah dan keterangan transaksi yang telah ditingkatkan.

Inisiatif pengembangannya, tentu saja untuk melengkapi program kartu pembelian tradisional MasterCard sebagai solusi elektronik, yang akan memberikan tingkat kontrol dan fleksibilitas baru kepada pembeli maupun pemasok saat akan melakukan transaksi ataupun menerima pembayaran eB2B. “Solusi ini sangat sesuai dengan sistem perangkat lunak layanan pembelian dan enterprise resource planning (ERP) yang sudah ada,” kata Stephen W. Orfei, senior vice president, e-Commerce and eB2B, MasterCard Internasional.

Selain itu, pengintegrasian kartu pembelian dan cara pembayaran dengan solusi ERP akan memungkinkan perusahaan-perusahaan meningkatkan sistem pembayaran yang mereka miliki menjadi lebih maksimal. “Bahkan, untuk pelanggan korporat yang menginginkan pengintegrasian proses secara keseluruhan juga dapat dilakukan, mulai dari pemesanan sampai dengan penagihan, pembayaran dan rekonsiliasi,” tambah Stephen.

Nah, terlihat jelas betapa efisiensi benar-benar diperoleh dengan solusi ini. Tentu saja, bagi MasterCard solusi ini bukan sekedar efisiensi semata, karena secara tak langsung MasterCard, yang bisa diterima di lebih dari 28 juta lokasi di seluruh dunia, ini juga membidik peluang pasar yang besar.

“Dalam satu tahun, untuk satu negara MasterCard bisa menerima hampir 30 miliar buah cek kertas yang ditulis secara manual dan dikirim oleh berbagai perusahaan. Apalagi saat ini Mastercard memiliki anggota sebanyak 15.000 lembaga keuangan yang melayani konsumen dan juga dunia usaha, baik besar maupun kecil, di seluruh dunia termasuk Indonesia,” kata Vadyo Munaan, Vice President & Country Manager MasterCard Internasional Indonesia (MCII) yang ditempatkan di Jakarta.

KEUNTUNGAN GANDA

Teknologi Xign berevolusi dari proyek cek elektronik. Financial Services Technology Consortium (FSTC), proyek riset bersama yang dikembangkan selama empat tahun yang melibatkan bank-bank utama di seluruh dunia, mitra-mitra teknologi, pengguna pertama dan juga pemerintah Amerika Serikat. Solusi ini telah berulangkali mengalami uji-coba dan lebih dari US$ 5 miliar transaksi telah dicoba dan diproses menggunakan sistem ini.

Kepemimpinan MasterCard dan Xign dalam pembayaran komersial akan memberikan pilihan yang lebih banyak bagi transaksi yang menggunakan dollar, baik itu dalam kondisi tinggi maupun rendah – seperti yang sering terjadi di Indonesia sekarang ini. Bagi para pembeli, platform ini sangat memungkinkan mereka menentukan kapan akan memulai pembayaran secara elektronik. Terlebih lagi, pembayaran yang terjadi dalam lingkungan pembelian saat ini, secara otomatis pembeli akan memiliki kapabilitas untuk menunda pembayaran berdasarkan peraturan yang telah ditentukan sebelumnya dan membayar dengan menggunakan MasterCard Corporate Purchasing Card melalui pilihan nonkartu, seperti MasterCard RPPS atau ACH.

Solusi MasterCard, yang dikembangkan bersama dengan Xign, ini juga telah dibuat untuk mendukung system account payable dan juga account receivable alias hutang dagang dan piutang dagang yang terjadi dalam dunia jual beli. Dimana sistem ini dapat berjalan di kebanyakan sistem proprietary biasa yang dikembangkan oleh vendor-vendor lain, seperti Oracle, PeopleSoft, SAP, J.D. Edward, Microsoft Great Plain, GEAC, AMS, Lawson, Peachtree, QuickBooks dan lain sebagainya.

“Banyak perusahaan dan pemerintah yang telah lama mencari cara untuk meninggalkan kertas dalam melakukan pembayaran dan pembelian. Cara nirkertas (paperless) ini dilakukan untuk secara efisien mengelola pembayaran perdagangan bisnis ke bisnis. Tidak seperti sistem lainnya yang ada dan berlaku saat ini, integrasi dari MasterCard Corporate Payment Solution ke Xign Payment Services Network akan membawa pembayaran elektronik kepada keseluruhan spektrum dari pengeluaran korporasi dan juga dari transaksi kartu pembelian tradisional ke pembelian langsung yang bernilai dollar tinggi.
Solusi ini akan memungkinkan para anggota MasterCard dan pelanggan mereka mencapai penghematan yang cukup lumayan, yaitu menghemat modal kerja dan juga memperkuat hubungan dagang dengan mereka,” ujar Thomas Glassanos, president and chief executive officer dari Xign Corporation. •jl

Vadyo Munaan menambahkan, solusi yang dikembangkan ini merupakan bagian dari strategi eB2B global yang dimiliki MasterCard. “Ini akan memberikan keuntungan bagi organisasi-organisasi perusahaan melalui rantai pasokan keuangan yang ramping. Solusi ini juga termasuk meningkatkan kendali manajemen, pembayaran elektronik yang disetujui pembeli (buyer approved), dan juga rekonsiliasi data. Apalagi platform pembayaran baru ini juga mendukung beberapa pilihan cara pembayaran yang telah dimiliki MasterCard, antara lain MasterCard Corporate Purchasing Card, MasterCard Remote Payment and Presentment Service (MasterCard PPS) dan Automated Clearinghouse (ACH). Selain itu, solusi baru ini juga akan menyatukan informasi rich remittance dengan kartu pembelian dan ACH yang bertujuan untuk mendorong momentum pengadopsian cara pembayaran elektronik,” ujarnya.

Bicara tentang informasi rich remittance, Alenka Realish, analis senior di Celent Communications mengungkapkan bukan satu-satunya keuntungan yang diperoleh ketika menggunakan solusi ini. “Elemen kunci lainnya yang juga sangat menguntungkan adalah fleksibilitas dan interoperabilitas,” ungkapnya yakin.

Ia menambahkan, banyaknya kegagalan yang ditemui dalam sistem ERP proprietary dapat dilacak tidak hanya di bidang pembiayaan tapi juga kurangnya interoperabilitas dan tantangan pelaku dari mitra dagang yang sudah melakukan pendaftaran diri. “Dengan membangun platform yang dapat terkoneksi ke multi sistem ERP dan menggunakan cara pembayaran biasa, solusi yang diterapkan dan dibuat oleh MasterCard dan Xign sangat menjanjikan kemudahan implementasi. Dan saya yakin, secara berangsur-angsur adopsi ini akan segera tersebar dengan luas,” tambahnya.

Yang juga harus diingat, keuntungan lain solusi ini adalah meminimalkan kejahatan. Asal tahu saja, kejahatan dengan menggunakan cek nyaris terjadi di mana-mana. “Usaha MasterCard dan Xign akan menstimulasi program kartu pembelian sambil menawarkan solusi yang tersedia dalam mengatasi kelemahan dalam bertransaksi menggunakan cek. Secara sederhana, penawaran baru ini akan memberikan cara yang sangat ampuh untuk menggantikan uang tunai dan cek, serta membuka peluang pertumbuhan baru bagi lembaga keuangan yang sudah menjadi anggota kami dan juga kartu komersial yang mereka kembangkan,” kata Steve L. Abrams, senior vice president Corporate Payment Solution, MasterCard Internasional.

Platform XPSN yang telah diimplementasikan sejak September lalu ini, menurut Vadyo Munaan akan secara penuh mengintegrasikan opsi pembayaran MasterCard. Solusi ini juga akan memberikan lembaga keuangan anggota MasterCard dengan solusinya, yang dalam proses pemberian paten, ini akan mendapat keuntungan berlipat ganda. “Yang terpenting, solusi ini akan meningkatkan pengawasan pengelolaan melalui pembayaran yang disetujui oleh pembeli atau buyer approved dan melakukan pembayaran secara terjadual maupun tertunda.

Solusi ini juga akan melakukan pemberian data dalam skala tingkat III, membantu solusi ERP yang telah ada untuk integrasi pembelian, juga dapat memasukkan peraturan validasi atau pengecualian.

Selain itu,solusi ini juga memberikan keuntungan lain yaitu mengusulkan biaya rendah kepada pemasok pembeli untuk memaksimumkan adopsi oleh pemasok. Begitu juga solusi ini dapat membuat perkiraan kebutuhan uang tunai yang lebih disempurnakan,” terang Vadyo panjang lebar. •jl

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved