Untuk
melakukan pembayaran transaksi, baik bagi perusahaan maupun
perorangan saat ini dapat dilakukan dengan mudah. Kini, tak
perlu lagi menenteng uang cash dalam jumlah besar untuk membayar
transaksi, tapi cukup dengan menggesekkan kartu kredit saja.
Tentu, penggunaan kartu kredit sangat serbaguna, selain tak
perlu repot menjinjing uang kemana-mana, faktor keamanan menjadi
daya tarik tersendiri.
Namun, pernahkan terbayangkan bagaimana perusahaan keuangan
penyedia kartu kredit mengatur administrasi pembayaran seluruh
penggunanya yang tersebar di seluruh dunia. Memang bukan masalah
yang mudah, tetapi juga bukan persoalan yang rumit. Terbukti,
MasterCard Internasional yang memiliki portofolio kartu pembayaran
paling komprehensif, dengan logo yang sudah dikenal sangat
baik dan dapat diterima di seluruh dunia, seperti MasterCard,
Cirrus dan Maestro, dapat mengatasi masalah tersebut.
Hal itu dapat dilakukan dengan mengembangkan layanan pembayaran
dan pengelolaan informasi elektronik, yang secara drastis
semakin memudahkan proses pembelian dan sekaligus memberikan
kontribusi yang menguntungkan. Lewat kerjasama dan integrasi
komprehensif antara MasterCard Corporate Payment Solutions
dengan Xign Payment Services Network (XPSN) dari Xign Corporation,
memungkinkan kemudahan tersebut. Apalagi solusi ini juga dapat
diterapkan alias diadaptasi oleh perusahaan, maupun badan
pemerintah untuk mengambil manfaat dari perdagangan elektronik
B2B end to end yang benar-benar nirkertas (paperless).
MasterCard dan Xign menghasilkan penghematan pengeluaran langsung
dengan dihilangkannya beberapa langkah mahal yang berbasis
kertas dalam proses pembayaran dan rekonsiliasi. Para pembeli
dapat melakukan pemesanan secara elektronik, menerima tagihan
secara elektronik, membayar secara elektronik sesuai dengan
peraturan yang telah ditetapkan. Begitu juga, menerima data
transaksi yang telah ditingkatkan dan integrasi data ke dalam
sistem keuangan. Sedangkan untuk para pemasok, solusi ini
memungkinkan penagihan secara online, akses langsung ke status
pembayaran, penerimaan pembayaran elektronik, rekonsiliasi
transaksi yang lebih mudah dan keterangan transaksi yang telah
ditingkatkan.
Inisiatif pengembangannya, tentu saja untuk melengkapi program
kartu pembelian tradisional MasterCard sebagai solusi elektronik,
yang akan memberikan tingkat kontrol dan fleksibilitas baru
kepada pembeli maupun pemasok saat akan melakukan transaksi
ataupun menerima pembayaran eB2B. “Solusi ini sangat
sesuai dengan sistem perangkat lunak layanan pembelian dan
enterprise resource planning (ERP) yang sudah ada,”
kata Stephen W. Orfei, senior vice president, e-Commerce and
eB2B, MasterCard Internasional.
Selain itu, pengintegrasian kartu pembelian dan cara pembayaran
dengan solusi ERP akan memungkinkan perusahaan-perusahaan
meningkatkan sistem pembayaran yang mereka miliki menjadi
lebih maksimal. “Bahkan, untuk pelanggan korporat yang
menginginkan pengintegrasian proses secara keseluruhan juga
dapat dilakukan, mulai dari pemesanan sampai dengan penagihan,
pembayaran dan rekonsiliasi,” tambah Stephen.
Nah, terlihat jelas betapa efisiensi benar-benar diperoleh
dengan solusi ini. Tentu saja, bagi MasterCard solusi ini
bukan sekedar efisiensi semata, karena secara tak langsung
MasterCard, yang bisa diterima di lebih dari 28 juta lokasi
di seluruh dunia, ini juga membidik peluang pasar yang besar.
“Dalam satu tahun, untuk satu negara MasterCard bisa
menerima hampir 30 miliar buah cek kertas yang ditulis secara
manual dan dikirim oleh berbagai perusahaan. Apalagi saat
ini Mastercard memiliki anggota sebanyak 15.000 lembaga keuangan
yang melayani konsumen dan juga dunia usaha, baik besar maupun
kecil, di seluruh dunia termasuk Indonesia,” kata Vadyo
Munaan, Vice President & Country Manager MasterCard Internasional
Indonesia (MCII) yang ditempatkan di Jakarta.
KEUNTUNGAN
GANDA
Teknologi Xign berevolusi dari proyek cek elektronik.
Financial Services Technology Consortium (FSTC), proyek
riset bersama yang dikembangkan selama empat tahun yang
melibatkan bank-bank utama di seluruh dunia, mitra-mitra
teknologi, pengguna pertama dan juga pemerintah Amerika
Serikat. Solusi ini telah berulangkali mengalami uji-coba
dan lebih dari US$ 5 miliar transaksi telah dicoba dan
diproses menggunakan sistem ini.
Kepemimpinan MasterCard dan Xign dalam pembayaran komersial
akan memberikan pilihan yang lebih banyak bagi transaksi
yang menggunakan dollar, baik itu dalam kondisi tinggi
maupun rendah – seperti yang sering terjadi di Indonesia
sekarang ini. Bagi para pembeli, platform ini sangat memungkinkan
mereka menentukan kapan akan memulai pembayaran secara
elektronik. Terlebih lagi, pembayaran yang terjadi dalam
lingkungan pembelian saat ini, secara otomatis pembeli
akan memiliki kapabilitas untuk menunda pembayaran berdasarkan
peraturan yang telah ditentukan sebelumnya dan membayar
dengan menggunakan MasterCard Corporate Purchasing Card
melalui pilihan nonkartu, seperti MasterCard RPPS atau
ACH.
Solusi MasterCard, yang dikembangkan bersama dengan Xign,
ini juga telah dibuat untuk mendukung system account payable
dan juga account receivable alias hutang dagang dan piutang
dagang yang terjadi dalam dunia jual beli. Dimana sistem
ini dapat berjalan di kebanyakan sistem proprietary biasa
yang dikembangkan oleh vendor-vendor lain, seperti Oracle,
PeopleSoft, SAP, J.D. Edward, Microsoft Great Plain, GEAC,
AMS, Lawson, Peachtree, QuickBooks dan lain sebagainya.
“Banyak perusahaan dan pemerintah yang telah lama
mencari cara untuk meninggalkan kertas dalam melakukan
pembayaran dan pembelian. Cara nirkertas (paperless) ini
dilakukan untuk secara efisien mengelola pembayaran perdagangan
bisnis ke bisnis. Tidak seperti sistem lainnya yang ada
dan berlaku saat ini, integrasi dari MasterCard Corporate
Payment Solution ke Xign Payment Services Network akan
membawa pembayaran elektronik kepada keseluruhan spektrum
dari pengeluaran korporasi dan juga dari transaksi kartu
pembelian tradisional ke pembelian langsung yang bernilai
dollar tinggi.
Solusi ini akan memungkinkan para anggota MasterCard dan
pelanggan mereka mencapai penghematan yang cukup lumayan,
yaitu menghemat modal kerja dan juga memperkuat hubungan
dagang dengan mereka,” ujar Thomas Glassanos, president
and chief executive officer dari Xign Corporation. •jl |
Vadyo Munaan menambahkan, solusi yang dikembangkan ini merupakan
bagian dari strategi eB2B global yang dimiliki MasterCard.
“Ini akan memberikan keuntungan bagi organisasi-organisasi
perusahaan melalui rantai pasokan keuangan yang ramping. Solusi
ini juga termasuk meningkatkan kendali manajemen, pembayaran
elektronik yang disetujui pembeli (buyer approved), dan juga
rekonsiliasi data. Apalagi platform pembayaran baru ini juga
mendukung beberapa pilihan cara pembayaran yang telah dimiliki
MasterCard, antara lain MasterCard Corporate Purchasing Card,
MasterCard Remote Payment and Presentment Service (MasterCard
PPS) dan Automated Clearinghouse (ACH). Selain itu, solusi
baru ini juga akan menyatukan informasi rich remittance dengan
kartu pembelian dan ACH yang bertujuan untuk mendorong momentum
pengadopsian cara pembayaran elektronik,” ujarnya.
Bicara tentang informasi rich remittance, Alenka Realish,
analis senior di Celent Communications mengungkapkan bukan
satu-satunya keuntungan yang diperoleh ketika menggunakan
solusi ini. “Elemen kunci lainnya yang juga sangat menguntungkan
adalah fleksibilitas dan interoperabilitas,” ungkapnya
yakin.
Ia menambahkan, banyaknya kegagalan yang ditemui dalam sistem
ERP proprietary dapat dilacak tidak hanya di bidang pembiayaan
tapi juga kurangnya interoperabilitas dan tantangan pelaku
dari mitra dagang yang sudah melakukan pendaftaran diri. “Dengan
membangun platform yang dapat terkoneksi ke multi sistem ERP
dan menggunakan cara pembayaran biasa, solusi yang diterapkan
dan dibuat oleh MasterCard dan Xign sangat menjanjikan kemudahan
implementasi. Dan saya yakin, secara berangsur-angsur adopsi
ini akan segera tersebar dengan luas,” tambahnya.
Yang juga harus diingat, keuntungan lain solusi ini adalah
meminimalkan kejahatan. Asal tahu saja, kejahatan dengan menggunakan
cek nyaris terjadi di mana-mana. “Usaha MasterCard dan
Xign akan menstimulasi program kartu pembelian sambil menawarkan
solusi yang tersedia dalam mengatasi kelemahan dalam bertransaksi
menggunakan cek. Secara sederhana, penawaran baru ini akan
memberikan cara yang sangat ampuh untuk menggantikan uang
tunai dan cek, serta membuka peluang pertumbuhan baru bagi
lembaga keuangan yang sudah menjadi anggota kami dan juga
kartu komersial yang mereka kembangkan,” kata Steve
L. Abrams, senior vice president Corporate Payment Solution,
MasterCard Internasional.
Platform XPSN yang telah diimplementasikan sejak September
lalu ini, menurut Vadyo Munaan akan secara penuh mengintegrasikan
opsi pembayaran MasterCard. Solusi ini juga akan memberikan
lembaga keuangan anggota MasterCard dengan solusinya, yang
dalam proses pemberian paten, ini akan mendapat keuntungan
berlipat ganda. “Yang terpenting, solusi ini akan meningkatkan
pengawasan pengelolaan melalui pembayaran yang disetujui oleh
pembeli atau buyer approved dan melakukan pembayaran secara
terjadual maupun tertunda.
Solusi ini juga akan melakukan pemberian data dalam skala
tingkat III, membantu solusi ERP yang telah ada untuk integrasi
pembelian, juga dapat memasukkan peraturan validasi atau pengecualian.
Selain itu,solusi ini juga memberikan keuntungan lain yaitu
mengusulkan biaya rendah kepada pemasok pembeli untuk memaksimumkan
adopsi oleh pemasok. Begitu juga solusi ini dapat membuat
perkiraan kebutuhan uang tunai yang lebih disempurnakan,”
terang Vadyo panjang lebar. •jl
|