eEnterprise Volume I Nomor 04 - Februari 2003
Call Center
Maskapai penerbangan dunia berlomba-lomba
memberikan fasilitas layanan e-mail dan surfing
internet. Penumpang makin terbuai dan
dimanjakan.
 

Jargon “pembeli adalah raja” tampaknya betul-betul dilaksanakan oleh berbagai perusahaan, baik yang menyediakan produk ataupun yang bergerak di bidang jasa. Berbagai pelayanan diberikan agar para pembeli mendapatkan kemudahan yang akhirnya merasa puas, sehingga diharapkan si pembeli dapat menjadi pelanggan tetap perusahaan yang bersangkutan.

Tak terkecuali perusahaan penerbangan. Persaingan yang ketat menyebabkan para pemain di bidang ini ramai-ramai memberikan layanan yang diharapkan mampu memberi kepuasan lebih bagi para pelanggannya. Lihat saja, betapa enaknya menjadi penumpang pesawat terbang sekarang ini. Mulai dari melihat jadwal penerbangan bahkan untuk memesan tiket, seseorang yang akan melakukan penerbangan tinggal mengklik mouse komputernya. Itu belum seberapa, untuk mengetahui setiap pengalihan, pembatalan, ataupun penundaan penerbangan, hanya dengan menggunakan notiFLY, si penumpang dapat segera mengetahuinya cukup melalui telepon selularnya, e-mail atau SMS (Short Message Service).

Ada satu layanan lainnya yang telah dikembangkan oleh berbagai maskapai penerbangan internasional. Meskipun tidak terbilang baru, layanan ini belum dimiliki oleh seluruh perusahaan penerbangan di dunia.
Layanan tersebut berupa cyber cabin. Sesuai dengan namanya, cyber cabin merupakan fasilitas yang terdapat dalam kabin penumpang sebuah pesawat terbang, dimana penumpang dapat berkomunikasi melalui internet. Artinya, di atas udara sekalipun, ketika seseorang membutuhkan data dan harus segera menjelajah situs web ataupun sekedar mengirim berita lewat e-mail, kini semua itu dapat dilakukan selama penerbangan berlangsung.

Beberapa maskapai penerbangan internasional telah memberikan layanan ini kepada para penumpangnya. Salah satunya adalah maskapai penerbangan Singapore Airlines (SIA). Untuk dapat mewujudkan layanan tersebut, SIA telah mengeluarkan dana lebih dari 700 juta dollar Singapura. Uang yang cukup besar tersebut rencananya akan menjadi penyandang dana bagi pengembangan e-business yang diberi batas akhir hingga tahun 2003 ini. Khusus untuk fasilitas layanan e-mail dan surfing, SIA merogoh dana sebesar 200 juta dollar Singapura. Meski terbilang besar, toh layanan yang mengasyikkan itu sudah dapat dinikmati para penumpang SIA sejak akhir tahun 2000 silam.

Maskapai penerbangan lain yang juga telah melengkapi fasilitas layanan yang sama adalah maskapai penerbangan asal Jerman, Lufthansa. Sudah tentu, walaupun layanan tersebut serupa, namun tiap-tiap maskapai memiliki cara berpromosi sendiri-sendiri, tentang keunggulan fasilitas layanan yang dimilikinya. Lufthansa memang telah lebih dahulu melakukan uji coba fasilitas e-mail selama penerbangan di bandingkan SIA. Meski fasilitas tersebut cukup memuaskan, namun sayangnya untuk dapat melakukan penarikan data atau download baru dapat dilakukan penumpang setelah pesawat mendarat.

Amerika sebagai negara adidaya tentu tak mau ketinggalan. Dua maskapai milik negara itu juga telah memberikan fasilitas layanan e-mail dan surfing yakni United Airlines dan Delta Airlines. Tentu saja layanan ini disambut baik oleh para pengguna pesawat terbang, terutama pebisnis yang kerap membutukan jaringan koneksi internet untuk dapat terus melakukan aktivitas bisnisnya.

Maskapai penerbangan Cathay Pacific juga telah menerapkan fasilitas layanan cyber cabin pada beberapa pesawat miliknya, satu Boeing 777-200, tujuh Airbus A330-300s, dan satu Airbus A340-300. Di Cathay Pacific, para penumpang yang akan menggunakan fasilitas layanan ini dapat menggunakan empat buah notebook yang telah disediakan di dalam cyber cabin, yang masing-masing dihubungkan melalui kartu jaringan. Para penumpang juga dapat menginstal kartu jaringan tersebut dalam komputer laptop pribadi. Jadi, jika penumpang yang akan menggunakan fasilitas tersebut lebih dari empat orang, namun ia membawa notebook sendiri, ia masih dapat menjelajah dunia maya di penerbangan tersebut.

Selain empat buah notebook, dalam cyber cabin milik maskapai penerbangan Cathay Pacific, untuk dapat mengirim ataupun sekedar membaca e-mail, para penumpang juga dapat melakukannya lewat komputer desktop. Untuk komputer desktop, jaringan internet yang disediakan adalah akses internet broadband.

Untuk proyek memanjakan pelanggan ini, Cathay tentu saja tak dapat mewujudkannya sendiri tanpa bantuan mitra kerjanya. Untuk itu, Cathay menggandeng dua perusahaan TI terkemuka yaitu Tenzing Communication dan Promex Technologies. Tenzing Communication kebagian tugas untuk menyediakan transmisi yang diletakkan dalam pesawat. Selain itu, Tenzing Communication juga harus menyiapkan tanda bukti e-mail, serta sebuah intranet yang dilengkapi dengan web dan juga e-commerce. Sehingga dengan begitu, kegiatan bisnis para penumpang tidak akan terbengkalai karena ia harus melakukan perjalanan.

Meskipun saat ini terbilang cukup banyak, namun Tenzing Communication adalah provider atau perusahaan penyedia pertama yang menyediakan solusi konektivitas untuk para wisatawan bisnis yang sangat sering melakukan perjalanan. Tenzing Communication mampu memberikan berbagai macam layanan antara lain e-mail dalam pesawat, mengeset komunikasi dalam pesawat dengan roaming global, memberikan isi web yang ekstensif, mendesign bisnis dengan fokus web Portal baik di darat maupun di udara. Dan yang terakhir, Tenzing juga memberikan berbagai pelayanan yang bertarget pada e-commerce. Sedangkan Primex Technologies bertugas menyiapkan instalasi pelayanan e-mail dan in-seat power.

Sudah pasti, ratusan juta dollar harus dikeluarkan untuk membangun fasilitas layanan ini. Tentu saja semua itu dimaksudkan agar para pengguna pesawat terbang, khususnya para pelaku bisnis dapat terus melakukan aktivitas bisnisnya ketika ia sedang berada dalam perjalanan panjang yang biasanya kerap dilakukan dan membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Bukankah waktu itu sangat berharga.•jl

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved