Dalam
tiga tahun belakangan ini Ratu Plaza sudah mengalami banyak
perbedaan. Pusat perbelanjaan yang sudah cukup tua usianya
ini semakin lengkap saja. Bukan hanya karena berbagai toko
yang berjajar di sana, tetapi juga adanya hypermarket dan
pusat penjualan komputer.
Ratu Plaza, kini, bukan sekedar tempat cuci mata dan menghabiskan
uang kalangan berduit. Tetapi, berubah menjadi tempat favorit
para eksekutif muda.
Tak lengkap rasanya jika sebuah plasa tak dilengkapi dengan
café. Salah satunya adalah Millenia Net Café
(MNC), yang terletak di lantai 4. Berbeda dengan café
yang ada, selain menyediakan makanan dan minuman, MNC juga
dilengkapi dengan 18 PC yang tersebar di sekeliling. “Millenia
Net Café memang menyediakan jaringan internet yang
dapat digunakan oleh siapapun,” kata Juliandino, Operation
Manager Millenia Net café kepada eBizzAsia.
MNC Ratu Plasa menurut Juliandino telah memiliki market sendiri.
Selain mahasiswa, dan para eksekutif muda, sejumlah turis
dan ekspatriat kerap mampir di tempat ini. “Biasanya,
ketika masuk jam makan siang tempat ini penuh - seluruh PC
yang ada terisi. Tapi, di luar itu banyak pelanggan kami yang
secara regular datang ke sini untuk mengakses internet,”
cerita Juliandino.
Menurut pria lulusan Universitas Sahid ini, pemakai regular
yang berlangganan di MNC terdiri dari kalangan pekerja Multi
Level Marketing (MLM), Finance dan Asuransi. “Selain
dapat mengentertain teman atau mitra bisnis, jika membutuhkan
data, mereka dapat mengakses internet,” tambahnya.
Dengan menggunakan broadband dari Kabelvision dan Indosat
dengan kapasitas 56 Kbps, MNC hanya memasang tarif Rp. 6.000,-
setiap jamnya. Meski hanya menggunakan PC rakitan dan kapasitas
prosesor Pentium III, MNC Ratu Plasa telah memiliki pasarnya
sendiri. “Rata-rata perharinya 200 pengunjung tercatat
mendatangi tempat kami. Meskipun lokasi kami sangat dekat
dengan perkantoran, tapi saat yang paling ramai justru jatuh
pada hari Jumat dan Sabtu,” ujar Juliandino.
Walau terbilang laris manis, menurut pengakuan Juliandino,
operasi MNC bukan tanpa kendala. Pada jam-jam tertentu jaringan
satelit yang menyediakan broadband seringkali down. “Kalau
hal itu terjadi biasanya koneksi internetnya sangat lamban.
Pernah juga kami mengalami protes dari ekspatriat yang menggunakan
jasa internet di tempat ini. Meski semua berjalan normal,
tapi menurut mereka koneksinya sangat lambat jika dibandingkan
dengan koneksi yang biasa digunakan di negaranya. Untuk mengatasinya,
kami hanya bisa menerangkan bahwa kondisinya memang seperti
itu,” tutur Juliandino lagi.

Juliandino, Operation Manager Millenai Net Cafe |
Selain jaringan internet, MNC Ratu Plasa juga menyediakan
ajang bermain. Games Station yang letaknya bersebelahan ini
menyediakan 70 PC untuk asah otak dan ketrampilan melawan
komputer. Peminatnya luar biasa. Seperti pengamatan eBizzAsia,
sejumlah eksekutif muda terlihat asyik bergame-ria. “Lumayan
lah buang suntuk sambil main games sehabis makan siang,”
seloroh pria yang tak mau disebutkan namanya dan mengaku bekerja
di Panin Bank.
Suasana eksklusif, tenang dan menyenangkan dapat ditemui di
MNC, yang berlokasi di basement 2 Pasaraya Grande Blok M,
Jakarta Selatan. Dilengkapi 22 komputer untuk internet dan
40 komputer untuk games, café yang telah beroperasi
sejak 1999 ini juga cukup banyak didatangi pelanggannya. Seperti
yang terdapat di Ratu Plaza, MNC Pasaraya juga ramai pada
jam makan siang. Dengan dukungan 16 pegawai, MNC Pasaraya
juga menyediakan live music pada hari-hari tertentu yang menjadi
daya tarik tersendiri.
Yang juga jadi tempat mangkal sambil minum-minum dan makan
hidangan yang yummy, tapi juga bisa browsing, chatting, bahkan
meeting, Magnet Interaktif (MI) tempatnya. Populer dengan
sebutan Multimedia Station, MI memang memiliki segudang pelayanan.
Mulai dari wartel, fotokopi, koneksi internet, dan juga TV
channel, film-film terbaru hingga MP3. Jika membutuhkan bacaan
terbaru, baik buku maupun majalah, koran dan tabloid. MI juga
menyediakan perpustakaan, ruang rapat ataupun pelatihan.
“Pertimbangan kami mendirikan MI didasarkan pada penelitian
para pengguna jasa komunikasi. Selama ini, orang lebih banyak
mengakses internet di Warnet, lalu menelepon dari wartel.
Tapi, ada kalanya orang juga membutuhkan fotokopi dan lain
sebagainya. Karena itu, kami mendirikan suatu tempat yang
dapat memberikan segudang pelayanan,” terang Edy Suryobroto,
Direktur PT Sinergy Multimedia Global, perusahaan yang membawahi
MI. Menurut Suryo, MI diharapkan mampu memenuhi keinginan
para konsumennya yang terdiri dari berbagai kalangan.
Sejak berdiri pertama kalinya pada Juni 2001, MI kini telah
memiliki enam gerai yang tersebar di tiga kota besar, Jakarta,
Bandung dan Surabaya.

Edy Suryobroto, Direktur PT Sinergy Multimedia Global |
“Rata-rata kami menyediakan 20 sampai 40 PC tiap gerai-nya.
Yang perlu dicatat, PC kami adalah brand PC dengan layar 17’’
dan kapasitas prosesor Pentium 4. Dengan menggunakan beberapa
provider, broadband kami memiliki kapasitas antara 64 hingga
128 Kbps,” Suryo menerangkan.
Meski MI memiliki fasilitas lengkap, namun tak perlu takut
untuk mencoba fasilitas yang tersedia. “Harga yang kami
pasang sangat terjangkau. Untuk penggunaan PC dan jaringan
yang tersedia di dalamnya, pengguna cukup membayar Rp. 6.000,-
per jam. Begitu masuk MI, pengguna akan langsung diberi password
untuk dapat menggunakan pelayanan yang ada. Begitu password
terbuka, si pengguna dapat menggunakan fasilitas yang ada,
mulai dari internet, film, MP3 sampai TV kabel. Untuk penggunaan
fasilitas tambahan seperti printing, scanning, dan yang lainnya
dikenakan biaya tambahan,” tambah Suryo.
Untuk perpustakaan, MI memasang harga Rp. 2.500,- per jamnya.
Sedang ruang meeting tanpa komputer dikenakan biaya Rp. 50.000,-
per jam. Harga-harga tersebut menurut Suryo tidak berlaku
sama di setiap gerai. Di beberapa gerai yang lokasinya dekat
kampus, MI hanya mematok biaya Rp. 4.000,- per jam. “Tahun
depan, kami berencana mengeluarkan member card bagi para pelanggan.
Dengan Member card pengguna akan mendapat keuntungan tambahan
dan potongan harga,” ujar Suryo.
Saat ini dengan enam gerai yang dimiliki, MI diperkuat sekitar
100 karyawan yang ahli di bidangnya. Sesuai dengan pemilihan
nama dan logo Magnet, pengelola café internet ini berharap
dapat merangkul dan menarik orang sebanyak-banyaknya untuk
menggunakan layanan yang disediakan. “Apalagi kata Magnet
itu sangat universal, di berbagai bahasa Magnet tetaplah Magnet,
sehingga kami berharap tempat ini juga dapat digunakan oleh
siapapun tanpa pandang bulu,” kata Suryo berfilosofi.
Kedua tempat ini adalah segelintir tempat yang bisa menjadi
pilihan ketika membutuhkan ruang kerja di luar kantor, atau
sekedar mencari selingan sembari menikmati makanan. Kebutuhan
akan informasi dan terbatasnya kemampuan untuk memiliki PC
dan jaringan sendiri menjadikan café Internet sebuah
peluang yang menggiurkan.•jl
|