Special Note Volume I Nomor 03 - Desember 2002 - Januari 2003
Jalan-jalan ke kawasan pusat perbelanjaan Ratu Plaza di kawasan jalan Sudirman pada jam makan siang, kini sudah menjadi aktivitas rutin sejumlah eksekutif muda yang berkantor di kawasan tersebut.
 
SIDE BAR

Dari Sekedar Chatting Sampai Urusan Bisnis
 

Dalam tiga tahun belakangan ini Ratu Plaza sudah mengalami banyak perbedaan. Pusat perbelanjaan yang sudah cukup tua usianya ini semakin lengkap saja. Bukan hanya karena berbagai toko yang berjajar di sana, tetapi juga adanya hypermarket dan pusat penjualan komputer.

Ratu Plaza, kini, bukan sekedar tempat cuci mata dan menghabiskan uang kalangan berduit. Tetapi, berubah menjadi tempat favorit para eksekutif muda.

Tak lengkap rasanya jika sebuah plasa tak dilengkapi dengan café. Salah satunya adalah Millenia Net Café (MNC), yang terletak di lantai 4. Berbeda dengan café yang ada, selain menyediakan makanan dan minuman, MNC juga dilengkapi dengan 18 PC yang tersebar di sekeliling. “Millenia Net Café memang menyediakan jaringan internet yang dapat digunakan oleh siapapun,” kata Juliandino, Operation Manager Millenia Net café kepada eBizzAsia.

MNC Ratu Plasa menurut Juliandino telah memiliki market sendiri. Selain mahasiswa, dan para eksekutif muda, sejumlah turis dan ekspatriat kerap mampir di tempat ini. “Biasanya, ketika masuk jam makan siang tempat ini penuh - seluruh PC yang ada terisi. Tapi, di luar itu banyak pelanggan kami yang secara regular datang ke sini untuk mengakses internet,” cerita Juliandino.

Menurut pria lulusan Universitas Sahid ini, pemakai regular yang berlangganan di MNC terdiri dari kalangan pekerja Multi Level Marketing (MLM), Finance dan Asuransi. “Selain dapat mengentertain teman atau mitra bisnis, jika membutuhkan data, mereka dapat mengakses internet,” tambahnya.

Dengan menggunakan broadband dari Kabelvision dan Indosat dengan kapasitas 56 Kbps, MNC hanya memasang tarif Rp. 6.000,- setiap jamnya. Meski hanya menggunakan PC rakitan dan kapasitas prosesor Pentium III, MNC Ratu Plasa telah memiliki pasarnya sendiri. “Rata-rata perharinya 200 pengunjung tercatat mendatangi tempat kami. Meskipun lokasi kami sangat dekat dengan perkantoran, tapi saat yang paling ramai justru jatuh pada hari Jumat dan Sabtu,” ujar Juliandino.

Walau terbilang laris manis, menurut pengakuan Juliandino, operasi MNC bukan tanpa kendala. Pada jam-jam tertentu jaringan satelit yang menyediakan broadband seringkali down. “Kalau hal itu terjadi biasanya koneksi internetnya sangat lamban. Pernah juga kami mengalami protes dari ekspatriat yang menggunakan jasa internet di tempat ini. Meski semua berjalan normal, tapi menurut mereka koneksinya sangat lambat jika dibandingkan dengan koneksi yang biasa digunakan di negaranya. Untuk mengatasinya, kami hanya bisa menerangkan bahwa kondisinya memang seperti itu,” tutur Juliandino lagi.


Juliandino, Operation Manager Millenai Net Cafe

Selain jaringan internet, MNC Ratu Plasa juga menyediakan ajang bermain. Games Station yang letaknya bersebelahan ini menyediakan 70 PC untuk asah otak dan ketrampilan melawan komputer. Peminatnya luar biasa. Seperti pengamatan eBizzAsia, sejumlah eksekutif muda terlihat asyik bergame-ria. “Lumayan lah buang suntuk sambil main games sehabis makan siang,” seloroh pria yang tak mau disebutkan namanya dan mengaku bekerja di Panin Bank.

Suasana eksklusif, tenang dan menyenangkan dapat ditemui di MNC, yang berlokasi di basement 2 Pasaraya Grande Blok M, Jakarta Selatan. Dilengkapi 22 komputer untuk internet dan 40 komputer untuk games, café yang telah beroperasi sejak 1999 ini juga cukup banyak didatangi pelanggannya. Seperti yang terdapat di Ratu Plaza, MNC Pasaraya juga ramai pada jam makan siang. Dengan dukungan 16 pegawai, MNC Pasaraya juga menyediakan live music pada hari-hari tertentu yang menjadi daya tarik tersendiri.

Yang juga jadi tempat mangkal sambil minum-minum dan makan hidangan yang yummy, tapi juga bisa browsing, chatting, bahkan meeting, Magnet Interaktif (MI) tempatnya. Populer dengan sebutan Multimedia Station, MI memang memiliki segudang pelayanan. Mulai dari wartel, fotokopi, koneksi internet, dan juga TV channel, film-film terbaru hingga MP3. Jika membutuhkan bacaan terbaru, baik buku maupun majalah, koran dan tabloid. MI juga menyediakan perpustakaan, ruang rapat ataupun pelatihan.

“Pertimbangan kami mendirikan MI didasarkan pada penelitian para pengguna jasa komunikasi. Selama ini, orang lebih banyak mengakses internet di Warnet, lalu menelepon dari wartel. Tapi, ada kalanya orang juga membutuhkan fotokopi dan lain sebagainya. Karena itu, kami mendirikan suatu tempat yang dapat memberikan segudang pelayanan,” terang Edy Suryobroto, Direktur PT Sinergy Multimedia Global, perusahaan yang membawahi MI. Menurut Suryo, MI diharapkan mampu memenuhi keinginan para konsumennya yang terdiri dari berbagai kalangan.

Sejak berdiri pertama kalinya pada Juni 2001, MI kini telah memiliki enam gerai yang tersebar di tiga kota besar, Jakarta, Bandung dan Surabaya.


Edy Suryobroto, Direktur PT Sinergy Multimedia Global

“Rata-rata kami menyediakan 20 sampai 40 PC tiap gerai-nya. Yang perlu dicatat, PC kami adalah brand PC dengan layar 17’’ dan kapasitas prosesor Pentium 4. Dengan menggunakan beberapa provider, broadband kami memiliki kapasitas antara 64 hingga 128 Kbps,” Suryo menerangkan.

Meski MI memiliki fasilitas lengkap, namun tak perlu takut untuk mencoba fasilitas yang tersedia. “Harga yang kami pasang sangat terjangkau. Untuk penggunaan PC dan jaringan yang tersedia di dalamnya, pengguna cukup membayar Rp. 6.000,- per jam. Begitu masuk MI, pengguna akan langsung diberi password untuk dapat menggunakan pelayanan yang ada. Begitu password terbuka, si pengguna dapat menggunakan fasilitas yang ada, mulai dari internet, film, MP3 sampai TV kabel. Untuk penggunaan fasilitas tambahan seperti printing, scanning, dan yang lainnya dikenakan biaya tambahan,” tambah Suryo.

Untuk perpustakaan, MI memasang harga Rp. 2.500,- per jamnya. Sedang ruang meeting tanpa komputer dikenakan biaya Rp. 50.000,- per jam. Harga-harga tersebut menurut Suryo tidak berlaku sama di setiap gerai. Di beberapa gerai yang lokasinya dekat kampus, MI hanya mematok biaya Rp. 4.000,- per jam. “Tahun depan, kami berencana mengeluarkan member card bagi para pelanggan. Dengan Member card pengguna akan mendapat keuntungan tambahan dan potongan harga,” ujar Suryo.

Saat ini dengan enam gerai yang dimiliki, MI diperkuat sekitar 100 karyawan yang ahli di bidangnya. Sesuai dengan pemilihan nama dan logo Magnet, pengelola café internet ini berharap dapat merangkul dan menarik orang sebanyak-banyaknya untuk menggunakan layanan yang disediakan. “Apalagi kata Magnet itu sangat universal, di berbagai bahasa Magnet tetaplah Magnet, sehingga kami berharap tempat ini juga dapat digunakan oleh siapapun tanpa pandang bulu,” kata Suryo berfilosofi.

Kedua tempat ini adalah segelintir tempat yang bisa menjadi pilihan ketika membutuhkan ruang kerja di luar kantor, atau sekedar mencari selingan sembari menikmati makanan. Kebutuhan akan informasi dan terbatasnya kemampuan untuk memiliki PC dan jaringan sendiri menjadikan café Internet sebuah peluang yang menggiurkan.•jl

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved