|
Memotret
terbukti tak lagi monopoli kamera. Ponsel pun kini bisa berfungsi
sebagai kamera. Kamera digital yang diintegrasikan ke dalam
ponsel, tampaknya akan menjadi tren di kalangan pemakai ponsel.
Buktinya, sejumlah vendor ponsel seolah berlomba untuk mengeluarkan
produk-produk ponselnya yang telah dilengkapi kamera digital.
Ke depan, komunikasi suara ditambah komunikasi data melalui
ponsel terasa kurang lengkap, sebelum dilengkapi dengan kamera
digital.
Nokia, perusahaan asal Finlandia ini, misalnya, telah meluncurkan
ponsel Nokia 7650 yang memiliki built-in camera di dalamnya.
Jadi, pengguna tak memerlukan asesoris tambahan untuk memotret.
Cukup dengan ponsel momen-momen penting Anda tak akan terlewati,
karena memotret dapat Anda lakukan kapan saja dibutuhkan.
Dengan adanya kamera digital, setelah pemotretan, gambar yang
dihasilkan dapat langsung dikirim atau disimpan. Selain Nokia,
Sony Ericsson juga telah mengeluarkan ponsel dengan built-in
camera, yakni tipe P800. Demikian juga dengan Panasonic GD
88, yang memiliki fasilitas yang sama.
 |
| Ericsson P-800 |
Samsung agaknya tak mau ketinggalan dengan tren ponsel dengan
built-in kamera digital. Pengalaman perusahaan asal Korea
yang pernah kalah dalam produk-produk ponsel GSM (global system
for mobile communications), membuat Samsung segera membuat
ponsel berkamera. Samsung tak mau mengulang kesalahan sebelumnya
dan terlena dengan produk-produk CDMA-nya. Samsung telah menyiapkan
produk ponsel berkameranya. Tak hanya itu, ponsel dengan seri
SGHV200 ini juga dilengkapi software dari Microsoft 2002.
Kawasan yang dipilih Samsung untuk produk ini adalah Eropa.
Karenanya, pertengahan November lalu mereka mulai memasarkan
produk tersebut di Paris, Perancis. Sementara, secara resmi
ponsel dengan colour screen ini akan dipasarkan pada kuartal
pertama tahun depan. Ponsel yang dilengkapi teknologi GPRS
(general packet radio service) ini, disiapkan untuk mengantisipasi
pasar ponsel yang cenderung menyukai berkirim pesan dengan
disertai gambar.
Selain ada ponsel dengan built-in camera, ada juga ponsel
dengan kamera plug-in, yang dapat dipasang dan dilepas. Misalnya,
ponsel produksi Sony Ericsson, yaitu tipe T68I, T300 dan Siemens
S 57. Bagi Sony Ericsson, ponsel berkamera tak hanya ditujukan
untuk kalangan high entry saja, tetapi kalangan mid-end juga
merupakan pasar yang cukup potensial untuk produk tersebut.
Karenanya, selain mengeluarkan ponsel berkamera P800 yang
sengaja ditujukan untuk kalangan atas, Sony Ericsson tak ragu-ragu
juga mengeluarkan ponsel berkamera untuk kalangan menengah
bawah, seperti T300. Kamera yang bisa dipasang di handset
ini adalah CommuniCam MCA-25. Kamera ini merupakan kamera
ponsel terbaru keluaran Sony Ericsson, yang juga dilengkapi
dengan sejumlah fitur unggulan, misalnya digital zoom. Desainny
dibuat sedemikian rupa sehingga sesuai dengan ponsel T300.
Sedang ponsel S 57 keluaran Siemens dilengkapi kamera QuickPic
IQP-500. Seperti halnya CommuniCam, kamera flash pada S57
tersebut juga dapat dipasang dan dilepaskan. Rencananya ponsel
ini akan masuk pasar Asia pada Januari 2003. S57 merupakan
ponsel tri-band (GSM 900/1800/1900), sehingga dapat digunakan
di hampir semua negara.
 |
| Nokia 5100, 7250 dan 6100 |
Rata-rata ponsel yang dilengkapi dkamera, baik built-in maupun
kamera lepas pasang, juga dilengkapi dengan fasilitas Multimedia
Messaging Service (MMS). Pasalnya, dengan MMS pengguna mampu
berkirim foto, video, animasi, musik serta mengirim data antar
ponsel. Pada ponsel T300, pengguna malah dapat menyimpan gambar
sebagai screensaver. Tak hanya itu, sebelum proses pengambilan
gambar dilakukan, gambar bisa ditambahi berbagai efek.
Pergeseran komunikasi suara menjadi komunikasi data, membuat
ponsel harus dilengkapi dengan GPRS. Karena dengan GPRS ini,
proses pengiriman data akan berlangsung lebih cepat dan nyaman.
Jika fasilitas GPRS serta infrastrukturnya sudah mantap, tak
bisa dipungkiri bahwa pengiriman data berupa MMS akan digandrungi.
Bahkan, bisa jadi fenomenanya akan seperti SMS. Maka tak ayal
lagi, vendor ponsel kini tengah bersaing ketat untuk melengkapi
ponselnya dengan fasilitas tersebut. Fitur MMS dan GPRS ini
akan menjadi menu wajib bagi ponsel yang akan diluncurkan
pada tahun 2003.
Ponsel yang akan menjadi tren tahun 2003, tak hanya sebatas
alat komunikasi, baik data maupun suara. Ponsel masa depan
juga harus mempunyai fungsi entertainment. Salah satu perwujudannya
adalah dengan menyertakan fasilitas games di ponsel. Agar
tampilannya lebih menarik, maka vendor ponsel mulai menggunakan
teknologi java untuk perangkat komunikasi mungil ini. Teknologi
Java yang digunakan dalam S57, misalnya, dapat membantu pengguna
mengakses aplikasi termasuk games seperti Jet Ski maupun Fit
@ Work. Aplikasi Fit @ Work merupakan animasi mengenai instruktur
fitness yang tengah mendemonstrasikan program-program latihan
sederhana.
Selain fungsinya yang semakin komplit, ponsel juga harus memiliki
tampilan fisik yang menarik. Layar merupakan salah satu bagian
dari penampilan ponsel yang cukup mendapat perhatian. Pasalnya
dengan semakin banyaknya aktivitas pengiriman data, maka mau
tak mau mata pengguna akan tertuju pada layar tersebut saat
sedang melakukan komunikasi data. Maka dari itu warna pada
layar ponsel memegang peranan penting dalam hal ini. Sebagian
ponsel keluaran terbaru telah menggunakan LCD alias layar
yang mempu menyajukan 256 warna.
 |
| Samsung SGH-S100 |
Dalam hal layar warna, bisa dikatakan Samsunglah yang menjadi
pionernya. Setelah sukses menjadi pioner untuk membuat layar
biru (blue screen), Samsung terus berinovasi untuk membenahi
layar yang dimilikinya. Bahkan lagi-lagi perusahaan ponsel
asal Korea tersebut menjadi ponsel yang pertama kali mengeluarkan
LCD dengan resolusi yang cukup tinggi. Dengan produk terbarunya
yakni SGH-S100, ponsel elegan dengan dual LCD ini mampu memancarkan
65 ribu warna atau 128 X 160 pixels dari LCD dalamnya. Sedangkan
layar luarnya mampu menampilkan warna 96 X 64 pixels.
Ringtone, juga tak luput menjadi perhatian orang saat hendak
memilih ponsel. Seiring kemajuan teknologi, kini ringtonepun
dapat dipasang sendiri dengan lagu yang diinginkan. Kalau
dulu untuk meng-install nada dering, dilakukan secara manual.
Tetapi kini hal itu bisa dilakukan dengan cara mengirim dari
satu ponsel ke ponsel lain. Teknologi transfer nada dering
ini gencar dilakukan oleh Nokia. Tak hanya itu,nada dering
juga bisa di download dari internet.
Nada dering juga tak kalah pentingnya dalam sebuah ponsel.
Poliponik ringtone kini menjadi jenis nada dering yang lagi
populer. Perbedaan poliponik dengan ringan nada dering sebelumnya
adalah terletak pada kualitas suaranya yang lebih sempurna.
Dering ponsel akan mirip dengan sebuah nyanyian yang merdu.
Pada ponsel keluaran terbaru, setidaknya mempunyai 16 jenis
poliponik atau alat musik. Sebagai contoh, Samsung SGH-S100
telah menghadirkan s16 jenis alat musik yang siap menghentak
saat ponsel berdering. Demikian juga dengan ponsel keluaran
Nokia, SonyEricsson ataupun Siemens.
Jika ingin memenangkan pasar, mau tak mau vendor ponsel harus
mengeluarkan produk yang memiliki fitur-fitur seperti yang
disebutkan diatas. Lebih dari itu, mereka juga harus inovatif
dalam memperknalkan fitur atau teknologi barunya. Tahun 2003
agaknya pertarungan dipasar ponsel akan semakin seru. Hal
itu sudah mulai bisa dilihat dengan gencarnya para vendor
yang berlomba-lomba untuk mengeluarkan produk barunya. Seolah
mereka tak mau ketinggalan satu dengan lainnya.
Nokia misalnya, perusahaan asal Finlandia ini pada bulan November
lagi-lagi membanjiri pasar dengan produk terbarunya. Tak tanggung-tanggung,
Nokia langsung memperkenalkan 6 ponsel terbarunya yang akan
segera dilempar ke pasar. Acara pengenalan ponsel terbaru
tersebut digelar pada peluncuran produk Se Asia Pasific.
 |
| Panasonic GD88 dan Siemens
S57 |
Ponsel terbaru Nokia tersebut antara lain Nokia 5100. Ponsel
dengan rancangan dinamis ini mengkombinasikan daya tahan dan
daya pakai yang tinggi dengan dukungan tri-band (EGSM 900/GSM
1800/1900), layar warna, Java dan MMS (Multimedia Messaging
Service). Fitur-fitur menarik lainnya adalah integrated handsfree
speaker yang memungkin ponsel digunakan sebagai speakerphone,
radio FM stereo dan sound meter.
Nokia juga memperkenalkan Nokia 2100 yang merupakan ponsel
dengan harga terjangkau, penuh hiburan serta mudah digunakan.
Daya tarik Nokia 2100 terletak pada kesederhanaannya, ukuran
yang kompak, bentuk yang ergonomis, serta susunan keypad-nya
yang ramah. Ponsel yang ditargetkan untuk pengguna baru ini
juga menawarkan berbagai jenis cover Xpress-on (yang dapat
diganti-ganti warna dan corak).
Bagi para professional yang tingkat mobilitasnya tinggi, Nokia
mengeluarkan Nokia 6100. Ponsel terkecil dari Nokia ini memiliki
berbagai fitur yang menarik, seperti layar warna, teknologi
Java serta fasilitas MMS. Tak hanya itu, fitur yang menarik
dari ponsel ini adalah adanya aplikasi wallet, yang memungkinkan
pengguna melakukan transaksi online secara mudah dan dapat
diandalkan melalui WAP (wireless application protocol). Nokia
6100 mendukung modul pengaman, Wireless Identity Module (WIM),
yang memungkinkan pengguna menandatangani transaksi secara
digital, dan dilengkapi dengan fasilitas Wireless Public Key
Infrastructure (WPKI).
Jenis ponsel baru lain yang diperkenalkan pada saat ini adalah
Nokia 6800. Kelebihan ponsel ini adalah mampu mengoptimalkan
perangkat gambar yang dirancang secara inovatif, sehingga
dapat meng-input teks secara efisien. Nokia 6800 juga dilengkapi
dengan layar warna bermutu tinggi, dukungan SyncML, radio
FM stereo, Java dan MMS.
Bagi mereka yang berorientasi fashion, Nokia juga menampilkan
tipe 7250. Ponsel ini dilengkapi dengan kamera terpadu, layar
warna dan fitur MMS. Susunan keypad yang radikal, dukungan
Java, radio FM stereo dan berbagai cover Xpress-on yang menarik.
Pada kategori premium, Nokia juga memperkenalkan Nokia 8910i
yang mendukung layar berwarna, MMS, Java, dan teknologi Bluetooth.
Jika diperhatikan secara seksama, ponsel keluaran baru Nokia
tersebut menghadirkan berbagai fitur unggulan. Bahkan, Nokia
tak hanya menyertakan fitur standar, seperti MMS, teknologi
Java, layar berwarna dan kamera. Mereka juga melengkapinya
dengan berbagai fasilitas tambahan lain, seperti teknologi
bluetooth, wallet, dan wireless public keys infrastructure.
Dan, hal semacam itu tak hanya monopoli Nokia,melainkan vendor-vendor
ponsel lainnya juga melakukan hal yang sama guna memberikan
berbagai kemudahan, kenyamanan dan kecanggihan teknologi kepada
para konsumennya. •wi
|