Mobile Volume I Nomor 03 - Desember 2002 - Januari 2003
Berbagai inovasi terus dikembangkan dalam dunia ponsel. Inovasi tersebut memungkinkan ponsel tak hanya untuk berkomunikasi suara, ponsel justru lebih banyak berfungsi untuk komunikasi data.
 

Memotret terbukti tak lagi monopoli kamera. Ponsel pun kini bisa berfungsi sebagai kamera. Kamera digital yang diintegrasikan ke dalam ponsel, tampaknya akan menjadi tren di kalangan pemakai ponsel. Buktinya, sejumlah vendor ponsel seolah berlomba untuk mengeluarkan produk-produk ponselnya yang telah dilengkapi kamera digital. Ke depan, komunikasi suara ditambah komunikasi data melalui ponsel terasa kurang lengkap, sebelum dilengkapi dengan kamera digital.

Nokia, perusahaan asal Finlandia ini, misalnya, telah meluncurkan ponsel Nokia 7650 yang memiliki built-in camera di dalamnya. Jadi, pengguna tak memerlukan asesoris tambahan untuk memotret. Cukup dengan ponsel momen-momen penting Anda tak akan terlewati, karena memotret dapat Anda lakukan kapan saja dibutuhkan.

Dengan adanya kamera digital, setelah pemotretan, gambar yang dihasilkan dapat langsung dikirim atau disimpan. Selain Nokia, Sony Ericsson juga telah mengeluarkan ponsel dengan built-in camera, yakni tipe P800. Demikian juga dengan Panasonic GD 88, yang memiliki fasilitas yang sama.

Ericsson P-800

Samsung agaknya tak mau ketinggalan dengan tren ponsel dengan built-in kamera digital. Pengalaman perusahaan asal Korea yang pernah kalah dalam produk-produk ponsel GSM (global system for mobile communications), membuat Samsung segera membuat ponsel berkamera. Samsung tak mau mengulang kesalahan sebelumnya dan terlena dengan produk-produk CDMA-nya. Samsung telah menyiapkan produk ponsel berkameranya. Tak hanya itu, ponsel dengan seri SGHV200 ini juga dilengkapi software dari Microsoft 2002.

Kawasan yang dipilih Samsung untuk produk ini adalah Eropa. Karenanya, pertengahan November lalu mereka mulai memasarkan produk tersebut di Paris, Perancis. Sementara, secara resmi ponsel dengan colour screen ini akan dipasarkan pada kuartal pertama tahun depan. Ponsel yang dilengkapi teknologi GPRS (general packet radio service) ini, disiapkan untuk mengantisipasi pasar ponsel yang cenderung menyukai berkirim pesan dengan disertai gambar.

Selain ada ponsel dengan built-in camera, ada juga ponsel dengan kamera plug-in, yang dapat dipasang dan dilepas. Misalnya, ponsel produksi Sony Ericsson, yaitu tipe T68I, T300 dan Siemens S 57. Bagi Sony Ericsson, ponsel berkamera tak hanya ditujukan untuk kalangan high entry saja, tetapi kalangan mid-end juga merupakan pasar yang cukup potensial untuk produk tersebut.

Karenanya, selain mengeluarkan ponsel berkamera P800 yang sengaja ditujukan untuk kalangan atas, Sony Ericsson tak ragu-ragu juga mengeluarkan ponsel berkamera untuk kalangan menengah bawah, seperti T300. Kamera yang bisa dipasang di handset ini adalah CommuniCam MCA-25. Kamera ini merupakan kamera ponsel terbaru keluaran Sony Ericsson, yang juga dilengkapi dengan sejumlah fitur unggulan, misalnya digital zoom. Desainny dibuat sedemikian rupa sehingga sesuai dengan ponsel T300.

Sedang ponsel S 57 keluaran Siemens dilengkapi kamera QuickPic IQP-500. Seperti halnya CommuniCam, kamera flash pada S57 tersebut juga dapat dipasang dan dilepaskan. Rencananya ponsel ini akan masuk pasar Asia pada Januari 2003. S57 merupakan ponsel tri-band (GSM 900/1800/1900), sehingga dapat digunakan di hampir semua negara.

Nokia 5100, 7250 dan 6100

Rata-rata ponsel yang dilengkapi dkamera, baik built-in maupun kamera lepas pasang, juga dilengkapi dengan fasilitas Multimedia Messaging Service (MMS). Pasalnya, dengan MMS pengguna mampu berkirim foto, video, animasi, musik serta mengirim data antar ponsel. Pada ponsel T300, pengguna malah dapat menyimpan gambar sebagai screensaver. Tak hanya itu, sebelum proses pengambilan gambar dilakukan, gambar bisa ditambahi berbagai efek.

Pergeseran komunikasi suara menjadi komunikasi data, membuat ponsel harus dilengkapi dengan GPRS. Karena dengan GPRS ini, proses pengiriman data akan berlangsung lebih cepat dan nyaman. Jika fasilitas GPRS serta infrastrukturnya sudah mantap, tak bisa dipungkiri bahwa pengiriman data berupa MMS akan digandrungi. Bahkan, bisa jadi fenomenanya akan seperti SMS. Maka tak ayal lagi, vendor ponsel kini tengah bersaing ketat untuk melengkapi ponselnya dengan fasilitas tersebut. Fitur MMS dan GPRS ini akan menjadi menu wajib bagi ponsel yang akan diluncurkan pada tahun 2003.

Ponsel yang akan menjadi tren tahun 2003, tak hanya sebatas alat komunikasi, baik data maupun suara. Ponsel masa depan juga harus mempunyai fungsi entertainment. Salah satu perwujudannya adalah dengan menyertakan fasilitas games di ponsel. Agar tampilannya lebih menarik, maka vendor ponsel mulai menggunakan teknologi java untuk perangkat komunikasi mungil ini. Teknologi Java yang digunakan dalam S57, misalnya, dapat membantu pengguna mengakses aplikasi termasuk games seperti Jet Ski maupun Fit @ Work. Aplikasi Fit @ Work merupakan animasi mengenai instruktur fitness yang tengah mendemonstrasikan program-program latihan sederhana.

Selain fungsinya yang semakin komplit, ponsel juga harus memiliki tampilan fisik yang menarik. Layar merupakan salah satu bagian dari penampilan ponsel yang cukup mendapat perhatian. Pasalnya dengan semakin banyaknya aktivitas pengiriman data, maka mau tak mau mata pengguna akan tertuju pada layar tersebut saat sedang melakukan komunikasi data. Maka dari itu warna pada layar ponsel memegang peranan penting dalam hal ini. Sebagian ponsel keluaran terbaru telah menggunakan LCD alias layar yang mempu menyajukan 256 warna.

Samsung SGH-S100

Dalam hal layar warna, bisa dikatakan Samsunglah yang menjadi pionernya. Setelah sukses menjadi pioner untuk membuat layar biru (blue screen), Samsung terus berinovasi untuk membenahi layar yang dimilikinya. Bahkan lagi-lagi perusahaan ponsel asal Korea tersebut menjadi ponsel yang pertama kali mengeluarkan LCD dengan resolusi yang cukup tinggi. Dengan produk terbarunya yakni SGH-S100, ponsel elegan dengan dual LCD ini mampu memancarkan 65 ribu warna atau 128 X 160 pixels dari LCD dalamnya. Sedangkan layar luarnya mampu menampilkan warna 96 X 64 pixels.

Ringtone, juga tak luput menjadi perhatian orang saat hendak memilih ponsel. Seiring kemajuan teknologi, kini ringtonepun dapat dipasang sendiri dengan lagu yang diinginkan. Kalau dulu untuk meng-install nada dering, dilakukan secara manual. Tetapi kini hal itu bisa dilakukan dengan cara mengirim dari satu ponsel ke ponsel lain. Teknologi transfer nada dering ini gencar dilakukan oleh Nokia. Tak hanya itu,nada dering juga bisa di download dari internet.

Nada dering juga tak kalah pentingnya dalam sebuah ponsel. Poliponik ringtone kini menjadi jenis nada dering yang lagi populer. Perbedaan poliponik dengan ringan nada dering sebelumnya adalah terletak pada kualitas suaranya yang lebih sempurna. Dering ponsel akan mirip dengan sebuah nyanyian yang merdu. Pada ponsel keluaran terbaru, setidaknya mempunyai 16 jenis poliponik atau alat musik. Sebagai contoh, Samsung SGH-S100 telah menghadirkan s16 jenis alat musik yang siap menghentak saat ponsel berdering. Demikian juga dengan ponsel keluaran Nokia, SonyEricsson ataupun Siemens.

Jika ingin memenangkan pasar, mau tak mau vendor ponsel harus mengeluarkan produk yang memiliki fitur-fitur seperti yang disebutkan diatas. Lebih dari itu, mereka juga harus inovatif dalam memperknalkan fitur atau teknologi barunya. Tahun 2003 agaknya pertarungan dipasar ponsel akan semakin seru. Hal itu sudah mulai bisa dilihat dengan gencarnya para vendor yang berlomba-lomba untuk mengeluarkan produk barunya. Seolah mereka tak mau ketinggalan satu dengan lainnya.

Nokia misalnya, perusahaan asal Finlandia ini pada bulan November lagi-lagi membanjiri pasar dengan produk terbarunya. Tak tanggung-tanggung, Nokia langsung memperkenalkan 6 ponsel terbarunya yang akan segera dilempar ke pasar. Acara pengenalan ponsel terbaru tersebut digelar pada peluncuran produk Se Asia Pasific.

Panasonic GD88 dan Siemens S57

Ponsel terbaru Nokia tersebut antara lain Nokia 5100. Ponsel dengan rancangan dinamis ini mengkombinasikan daya tahan dan daya pakai yang tinggi dengan dukungan tri-band (EGSM 900/GSM 1800/1900), layar warna, Java dan MMS (Multimedia Messaging Service). Fitur-fitur menarik lainnya adalah integrated handsfree speaker yang memungkin ponsel digunakan sebagai speakerphone, radio FM stereo dan sound meter.

Nokia juga memperkenalkan Nokia 2100 yang merupakan ponsel dengan harga terjangkau, penuh hiburan serta mudah digunakan. Daya tarik Nokia 2100 terletak pada kesederhanaannya, ukuran yang kompak, bentuk yang ergonomis, serta susunan keypad-nya yang ramah. Ponsel yang ditargetkan untuk pengguna baru ini juga menawarkan berbagai jenis cover Xpress-on (yang dapat diganti-ganti warna dan corak).

Bagi para professional yang tingkat mobilitasnya tinggi, Nokia mengeluarkan Nokia 6100. Ponsel terkecil dari Nokia ini memiliki berbagai fitur yang menarik, seperti layar warna, teknologi Java serta fasilitas MMS. Tak hanya itu, fitur yang menarik dari ponsel ini adalah adanya aplikasi wallet, yang memungkinkan pengguna melakukan transaksi online secara mudah dan dapat diandalkan melalui WAP (wireless application protocol). Nokia 6100 mendukung modul pengaman, Wireless Identity Module (WIM), yang memungkinkan pengguna menandatangani transaksi secara digital, dan dilengkapi dengan fasilitas Wireless Public Key Infrastructure (WPKI).

Jenis ponsel baru lain yang diperkenalkan pada saat ini adalah Nokia 6800. Kelebihan ponsel ini adalah mampu mengoptimalkan perangkat gambar yang dirancang secara inovatif, sehingga dapat meng-input teks secara efisien. Nokia 6800 juga dilengkapi dengan layar warna bermutu tinggi, dukungan SyncML, radio FM stereo, Java dan MMS.

Bagi mereka yang berorientasi fashion, Nokia juga menampilkan tipe 7250. Ponsel ini dilengkapi dengan kamera terpadu, layar warna dan fitur MMS. Susunan keypad yang radikal, dukungan Java, radio FM stereo dan berbagai cover Xpress-on yang menarik. Pada kategori premium, Nokia juga memperkenalkan Nokia 8910i yang mendukung layar berwarna, MMS, Java, dan teknologi Bluetooth.

Jika diperhatikan secara seksama, ponsel keluaran baru Nokia tersebut menghadirkan berbagai fitur unggulan. Bahkan, Nokia tak hanya menyertakan fitur standar, seperti MMS, teknologi Java, layar berwarna dan kamera. Mereka juga melengkapinya dengan berbagai fasilitas tambahan lain, seperti teknologi bluetooth, wallet, dan wireless public keys infrastructure. Dan, hal semacam itu tak hanya monopoli Nokia,melainkan vendor-vendor ponsel lainnya juga melakukan hal yang sama guna memberikan berbagai kemudahan, kenyamanan dan kecanggihan teknologi kepada para konsumennya. •wi

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved