Cover Story Volume I Nomor 03 - Desember 2002 - Januari 2003
Diperkirakan Web Services akan menjadi solusi integrasi
berbagai aplikasi komputer yang paling banyak
digunakan. Apa keunggulannya?

 
SIDE BAR

Web Services: Pertanyaan yang Perlu Anda Tanyakan dan Anda Jawab
 

Kalau Anda browsing di Internet, coba masukkan kata kunci (key words) “Web Services”, misalnya di mesin pencari Yahoo atau Google, maka dalam sekejap akan keluar ratusan atau bahkan ribuan item informasi mengenai Web Services dalam berbagai jenis file dan sumber. Belum lagi, masih banyak portal yang secara khusus menyediakan informasi mengenai Web services. Boleh dibilang, Web services telah menjadi istilah yang sangat populer di dunia teknologi informasi (TI) belakangan ini.

Kalau Anda belum pernah mendengar atau membacanya, tak lama lagi Anda akan semakin sering mendengar atau menemukan istilah Web services tersebut. Karena, sejumlah vendor TI besar utamanya, seperti Microsoft, Sun Microsystem, IBM, SAP, Oracle, BEA Systems, IFS, HP atau Intel, tampak sangat rajin mempromosikan Web services ini, baik melalui seminar, iklan, situs web, maupun langkah-langkah kampanye lainnya. Web services diperkirakan akan menjadi tren solusi integrasi yang paling banyak dibutuhkan.

Apa itu Web Services?
Web services merupakan teknologi baru yang mampu merevolusi cara-cara penyediaan layanan antar perusahaan dengan pemasok misalnya (business-to-business - B2B) dan antar perusahaan dengan pelanggan (business-to-consumer - B2C). Menurut Gunjan Samtani, Divisional Vice President, Information Technology, UBS PaineWebber – perusahaan jasa keuangan ternama dunia, bahwa melalui integrasi bisnis dan proses teknis, perusahaan-perusahaan akan mampu menguatkan hubungannya dengan mitra bisnis dan pelanggannya. Juga, meraih integrasi tanpa batas baik di dalam maupun di luar perusahaan, mengetahui gambaran account pelanggan secara real-time, meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya.

Karena, dengan Web services memungkinkan perusahaan-perusahaan saling bertukaran data dan kapabilitas bisnis, melalui komunikasi antar aplikasi komputer, dengan memanfaatkan teknologi Internet (berbasis Web). Banyak manfaat yang bisa dipetik, seperti peningkatan produktivitas dan penghematan biaya. Dengan menerapkan solusi Web services, perusahaan, misalnya, bisa lebih mudah, murah dan fleksibel dalam mengintegrasikan aplikasi-aplikasinya. Yang membuat Web services berbeda dibandingkan mekanisme yang ada saat ini, yang hampir mirip sekalipun, adalah teknologi penyediaan layanannya. Ciri khasnya adalah bahwa layanannya secara tipikal berorientasi pengguna (user-oriented) dan berbasis browser atau fungsionalitas sistem layanan.

Dewasa ini, sebagaimana diamati oleh Martin Butler, Founder and Research Chairman of Analyst, Butler Group, bahwa kebanyakan masalah yang dihadapi organisasi masa kini adalah interoperabilitas (interoperability). Dan, potensi Web service mampu mengatasi masalah interoperabilitas ini sangat besar, dan dapat difahami. Hal itu karena, Web services menyiapkan komponen-komponen yang akan digunakan dalam aplikasi-aplikasi online, yang dapat saling bekerja sama.

Dibandingkan cara-cara integrasi konvensional, Web services mampu menyediakan keterkaitan antar aplikasi yang lebih fleksibel. Untuk memudahkan pengertian, ibaratkan pola kerja Web service seperti panel telepon kuno. Jika Pak Amin akan meminta Ibu Mona pergi ke kota untuk membeli es krim soda, maka ia tidak memerlukan sambungan telepon langsung ke Ibu Mona. Melainkan, sambungannya akan melalui panel operator, yang nantinya akan menyambungkan komunikasinya dan memutuskan komunikasi tersebut setelah keduanya selesai berbicara. Pak Amin juga akan menggunakan teknologi yang sama, jika ia ingin menghubungi Ibu Mira, salah seorang pegawai bank.

Dengan mengambil contoh panel telepon, agar orang-orang dapat saling berkomunikasi melalui telepon dengan baik, maka kedua pihak memerlukan kesepakatan untuk menggunakan telepon standar, menjawab panggilan telepon jika berdering dan berbicara dalam bahasa yang sama. Standar Web services juga mengikuti pola yang sama.

Guna memudahkan komunikasi, maka digunakanlah bahasa XML (extended markup language). XML merupakan cara menjelaskan data yang menutupi perbedaan di antara sistem-sistem peranti lunak yang berbeda dan membuat mereka saling mengenal. Karenanya, agar komunikasinya dapat berjalan lancar, kedua pihak yang berkomunikasi harus memahami bahasa XML ini.

Selain itu, Web services dapat membantu perusahaan-perusahan mengintegrasikan sistem-sistemnya yang terpisah dengan biaya lebih murah dibandingkan cara-cara tradisional yang selama ini digunakan.

Berorientasi layanan
Namun, sebenarnya pesan Web services yang cukup kuat untuk difahami adalah, bahwa perusahaan-perusahaan ditantang untuk mengembangkan layanan (service) dan bukannya semata-mata produk. Nilai produk lebih dilihat sebagai tingkat layanan yang mampu diberikan perusahaan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan sekaligus memuaskan pelanggan.

Karena, bukan tidak mungkin Web services difahami secara sangat harfiah dan sederhana. Yakni, suatu teknologi peranti lunak yang berbasis standar, yang memungkinkan pemrogram mengintegrasikan sistem komputer yang ada ke dalam cara-cara yang baru (melalui Internet), baik dalam suatu perusahaan maupun antar perusahaan. Atau bisa saja seseorang berpikir bahwa Web services berarti hanya menyediakan suatu layanan di Web.

Padahal, Web services sangat potensial menjembatani jurang komunikasi antara bahasa-bahasa pemrograman yang ditulis dengan bahasa yang berbeda, dikembangkan oleh vendor yang berbeda atau berjalan pada sistem operasi yang berbeda. Persoalannya bagaimana mengintegrasikan semua sistem yang berbeda-beda itu, sehingga di antara mereka dapat saling berkomunikasi dan memberikan layanan yang dibutuhkan pelanggan.

continue to next page

© 2003 eBizzAsia. All rights reserved