Kalau
Anda browsing di Internet, coba masukkan kata kunci (key words)
“Web Services”, misalnya di mesin pencari Yahoo
atau Google, maka dalam sekejap akan keluar ratusan atau bahkan
ribuan item informasi mengenai Web Services dalam berbagai
jenis file dan sumber. Belum lagi, masih banyak portal yang
secara khusus menyediakan informasi mengenai Web services.
Boleh dibilang, Web services telah menjadi istilah yang sangat
populer di dunia teknologi informasi (TI) belakangan ini.
Kalau Anda belum pernah mendengar atau membacanya, tak lama
lagi Anda akan semakin sering mendengar atau menemukan istilah
Web services tersebut. Karena, sejumlah vendor TI besar utamanya,
seperti Microsoft, Sun Microsystem, IBM, SAP, Oracle, BEA
Systems, IFS, HP atau Intel, tampak sangat rajin mempromosikan
Web services ini, baik melalui seminar, iklan, situs web,
maupun langkah-langkah kampanye lainnya. Web services diperkirakan
akan menjadi tren solusi integrasi yang paling banyak dibutuhkan.
Apa itu Web Services?
Web
services merupakan teknologi baru yang mampu merevolusi cara-cara
penyediaan layanan antar perusahaan dengan pemasok misalnya
(business-to-business - B2B) dan antar perusahaan dengan pelanggan
(business-to-consumer - B2C). Menurut Gunjan Samtani, Divisional
Vice President, Information Technology, UBS PaineWebber –
perusahaan jasa keuangan ternama dunia, bahwa melalui integrasi
bisnis dan proses teknis, perusahaan-perusahaan akan mampu
menguatkan hubungannya dengan mitra bisnis dan pelanggannya.
Juga, meraih integrasi tanpa batas baik di dalam maupun di
luar perusahaan, mengetahui gambaran account pelanggan secara
real-time, meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi
biaya.
Karena, dengan Web services memungkinkan perusahaan-perusahaan
saling bertukaran data dan kapabilitas bisnis, melalui komunikasi
antar aplikasi komputer, dengan memanfaatkan teknologi Internet
(berbasis Web). Banyak manfaat yang bisa dipetik, seperti
peningkatan produktivitas dan penghematan biaya. Dengan menerapkan
solusi Web services, perusahaan, misalnya, bisa lebih mudah,
murah dan fleksibel dalam mengintegrasikan aplikasi-aplikasinya.
Yang membuat Web services berbeda dibandingkan mekanisme yang
ada saat ini, yang hampir mirip sekalipun, adalah teknologi
penyediaan layanannya. Ciri khasnya adalah bahwa layanannya
secara tipikal berorientasi pengguna (user-oriented) dan berbasis
browser atau fungsionalitas sistem layanan.
Dewasa ini, sebagaimana diamati oleh Martin Butler, Founder
and Research Chairman of Analyst, Butler Group, bahwa kebanyakan
masalah yang dihadapi organisasi masa kini adalah interoperabilitas
(interoperability). Dan, potensi Web service mampu mengatasi
masalah interoperabilitas ini sangat besar, dan dapat difahami.
Hal itu karena, Web services menyiapkan komponen-komponen
yang akan digunakan dalam aplikasi-aplikasi online, yang dapat
saling bekerja sama.
Dibandingkan cara-cara integrasi konvensional, Web services
mampu menyediakan keterkaitan antar aplikasi yang lebih fleksibel.
Untuk memudahkan pengertian, ibaratkan pola kerja Web service
seperti panel telepon kuno. Jika Pak Amin akan meminta Ibu
Mona pergi ke kota untuk membeli es krim soda, maka ia tidak
memerlukan sambungan telepon langsung ke Ibu Mona. Melainkan,
sambungannya akan melalui panel operator, yang nantinya akan
menyambungkan komunikasinya dan memutuskan komunikasi tersebut
setelah keduanya selesai berbicara. Pak Amin juga akan menggunakan
teknologi yang sama, jika ia ingin menghubungi Ibu Mira, salah
seorang pegawai bank.
Dengan mengambil contoh panel telepon, agar orang-orang dapat
saling berkomunikasi melalui telepon dengan baik, maka kedua
pihak memerlukan kesepakatan untuk menggunakan telepon standar,
menjawab panggilan telepon jika berdering dan berbicara dalam
bahasa yang sama. Standar Web services juga mengikuti pola
yang sama.
Guna memudahkan komunikasi, maka digunakanlah bahasa XML (extended
markup language). XML merupakan cara menjelaskan data yang
menutupi perbedaan di antara sistem-sistem peranti lunak yang
berbeda dan membuat mereka saling mengenal. Karenanya, agar
komunikasinya dapat berjalan lancar, kedua pihak yang berkomunikasi
harus memahami bahasa XML ini.
Selain itu, Web services dapat membantu perusahaan-perusahan
mengintegrasikan sistem-sistemnya yang terpisah dengan biaya
lebih murah dibandingkan cara-cara tradisional yang selama
ini digunakan.
Berorientasi layanan
Namun, sebenarnya pesan Web services yang cukup kuat untuk
difahami adalah, bahwa perusahaan-perusahaan ditantang untuk
mengembangkan layanan (service) dan bukannya semata-mata produk.
Nilai produk lebih dilihat sebagai tingkat layanan yang mampu
diberikan perusahaan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan
sekaligus memuaskan pelanggan.
Karena, bukan tidak mungkin Web services difahami secara sangat
harfiah dan sederhana. Yakni, suatu teknologi peranti lunak
yang berbasis standar, yang memungkinkan pemrogram mengintegrasikan
sistem komputer yang ada ke dalam cara-cara yang baru (melalui
Internet), baik dalam suatu perusahaan maupun antar perusahaan.
Atau bisa saja seseorang berpikir bahwa Web services berarti
hanya menyediakan suatu layanan di Web.
Padahal, Web services sangat potensial menjembatani jurang
komunikasi antara bahasa-bahasa pemrograman yang ditulis dengan
bahasa yang berbeda, dikembangkan oleh vendor yang berbeda
atau berjalan pada sistem operasi yang berbeda. Persoalannya
bagaimana mengintegrasikan semua sistem yang berbeda-beda
itu, sehingga di antara mereka dapat saling berkomunikasi
dan memberikan layanan yang dibutuhkan pelanggan.
continue to next page
|