| 
Kecintaannya pada dunia anak-anak menjadikan perempuan bernama panjang
Desak Made Hughesia Dewi ini selalu mencari tahu tentang dunia yang
menurut presenter, yang sedang laris manis, ini selalu menyenangkan.
“Sayangnya mencari informasi untuk membuka cakrawala tentang
dunia anak tidaklah semudah yang aku kira. Wahana untuk mewujudkan
itu, baik untuk studi banding maupun mencari ilmu langsung masih
sulit di Indonesia,” kata pembawa acara Celoteh Anak di Indosiar
ini.
Namun, Hughes, yang kelahiran Tabanan, Bali 2 Maret 1971, sudah
mendapatkan jalan keluarnya. “Semua informasi, ilmu pengetahuan
bisa saya dapatkan dari internet,” kata Hughes. Ia memang
rajin membuka situs-situs yang berhubungan dengan dunia anak, mulai
Kids Club hingga Pre School di berbagai negara. Kerajinan Hughes
browsing di dunia maya bukan tak memberikan buah yang manis bagi
bisnisnya. Pemilik PT. Indonesia Duang Tali ini kini secara rutin
mengadakan Summer Camp yang ditujukan bagi anak-anak, termasuk juga
membuat event organizer party khusus untuk anak. “Semua ide-ide
untuk pelaksanaan bisnis saya, hampir semuannya saya dapatkan dari
internet,” ujar Hughes puas.•jl

Pria
yang selalu rapi ini, memang sudah terbiasa dengan penggunaan perangkat
teknologi informasi. Kesibukan sehari-hari yang lebih banyak dihabiskannya
di luar rumah dan luar kantor, membuatnya harus memiliki cara untuk
tetap dapat berkomunikasi, termasuk mendapatkan berbagai informasi
melalui Internet.
Dalam posisinya sebagai Business Manager, PT. Cognis Indonesia,
yang bergerak dalam bidang kimia, alumnus jurusan Teknik Kimia,
Universitas Diponegoro Semarang, ini memang tergolong sangat sibuk.
Saat ini, Agung menggunakan ponsel dan laptop dalam kegiatan sehari-harinya.
Dalam setahun, beberapa kali saya harus menghadiri pertemuan di
luar negeri Dalam kondisi seperti itu, ponsel dan laptop jelas sangat
membantu kelancaran tugas dan komunikasi saya, baik dengan kantor,
teman maupun keluarga.
Mengakses Internet, juga sangat penting, terutama untuk memperoleh
berbagai informasi yang up-to-date, tambahnya. Kesibukan, ujarnya
lagi, mestinya tidak harus membuat kita kehilangan kontak dengan
dunia luar. Saat ini, di sela-sela kesibukannya, Agung juga tengah
menyelesaikan program MM/MBAnya di IPMI di bilangan Kalibata, Jakarta
Selatan.•

Pria bernama panjang yang biasa dipanggil Hanafi ini, memang, boleh
dibilang sangat sibuk. Maklum saja, posisinya sebagai Country Manager
Indonesia, Hewitt Associates, telah membuatnya harus mondar-mandir
dari satu kota ke kota lainnya. Belum lagi kesibukan “magangnya”
di program MM/MBA di IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia).
“Tapi dengan berbagai kesibukan itu, saya jelas sangat terbantu
dengan adanya perangkat teknologi informasi, khususnya ya Nokia
Communicator ini,” ujar Hanafi menjelaskan. Yang sangat menarik,
tambahnya, koordinasi kerja saya dengan rekan-rekan kerja lainnya
dapat saya lakukan dengan mudah, sederhana dan lancar dari mana
dan di mana pun saya berada, baik di dalam maupun di luar negeri.
Komunikasi lintas negara, dengan menggunakan SMS atau e-mail dapat
dilakukan bukan saja dengan mudah, tetapi juga sangat cepat. Biayanya
jugarelatif lebih lebih murah.
Selain itu, tambah alumnus Fakultas Ekonomi, Universitas Parahiyangan
Bandung (1990), ini ide-ide yang muncul dapat langsung dituangkan
di perangkat Communicatornya. “Takut lupa”, ujarnya.
Hanafi merasakan benar peran perangkat TI ini. Kini, dengan handphone
dan laptop yang selalu dibawanya, membuatnya nyaman bepergian ke
mana saja.•
|