Snapshots
Vol I No 01 - Oktober 2002




Kecintaannya pada dunia anak-anak menjadikan perempuan bernama panjang Desak Made Hughesia Dewi ini selalu mencari tahu tentang dunia yang menurut presenter, yang sedang laris manis, ini selalu menyenangkan. “Sayangnya mencari informasi untuk membuka cakrawala tentang dunia anak tidaklah semudah yang aku kira. Wahana untuk mewujudkan itu, baik untuk studi banding maupun mencari ilmu langsung masih sulit di Indonesia,” kata pembawa acara Celoteh Anak di Indosiar ini.

Namun, Hughes, yang kelahiran Tabanan, Bali 2 Maret 1971, sudah mendapatkan jalan keluarnya. “Semua informasi, ilmu pengetahuan bisa saya dapatkan dari internet,” kata Hughes. Ia memang rajin membuka situs-situs yang berhubungan dengan dunia anak, mulai Kids Club hingga Pre School di berbagai negara. Kerajinan Hughes browsing di dunia maya bukan tak memberikan buah yang manis bagi bisnisnya. Pemilik PT. Indonesia Duang Tali ini kini secara rutin mengadakan Summer Camp yang ditujukan bagi anak-anak, termasuk juga membuat event organizer party khusus untuk anak. “Semua ide-ide untuk pelaksanaan bisnis saya, hampir semuannya saya dapatkan dari internet,” ujar Hughes puas.•jl


Pria yang selalu rapi ini, memang sudah terbiasa dengan penggunaan perangkat teknologi informasi. Kesibukan sehari-hari yang lebih banyak dihabiskannya di luar rumah dan luar kantor, membuatnya harus memiliki cara untuk tetap dapat berkomunikasi, termasuk mendapatkan berbagai informasi melalui Internet.

Dalam posisinya sebagai Business Manager, PT. Cognis Indonesia, yang bergerak dalam bidang kimia, alumnus jurusan Teknik Kimia, Universitas Diponegoro Semarang, ini memang tergolong sangat sibuk. Saat ini, Agung menggunakan ponsel dan laptop dalam kegiatan sehari-harinya. Dalam setahun, beberapa kali saya harus menghadiri pertemuan di luar negeri Dalam kondisi seperti itu, ponsel dan laptop jelas sangat membantu kelancaran tugas dan komunikasi saya, baik dengan kantor, teman maupun keluarga.

Mengakses Internet, juga sangat penting, terutama untuk memperoleh berbagai informasi yang up-to-date, tambahnya. Kesibukan, ujarnya lagi, mestinya tidak harus membuat kita kehilangan kontak dengan dunia luar. Saat ini, di sela-sela kesibukannya, Agung juga tengah menyelesaikan program MM/MBAnya di IPMI di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan.•


Pria bernama panjang yang biasa dipanggil Hanafi ini, memang, boleh dibilang sangat sibuk. Maklum saja, posisinya sebagai Country Manager Indonesia, Hewitt Associates, telah membuatnya harus mondar-mandir dari satu kota ke kota lainnya. Belum lagi kesibukan “magangnya” di program MM/MBA di IPMI (Institut Pengembangan Manajemen Indonesia).

“Tapi dengan berbagai kesibukan itu, saya jelas sangat terbantu dengan adanya perangkat teknologi informasi, khususnya ya Nokia Communicator ini,” ujar Hanafi menjelaskan. Yang sangat menarik, tambahnya, koordinasi kerja saya dengan rekan-rekan kerja lainnya dapat saya lakukan dengan mudah, sederhana dan lancar dari mana dan di mana pun saya berada, baik di dalam maupun di luar negeri. Komunikasi lintas negara, dengan menggunakan SMS atau e-mail dapat dilakukan bukan saja dengan mudah, tetapi juga sangat cepat. Biayanya jugarelatif lebih lebih murah.

Selain itu, tambah alumnus Fakultas Ekonomi, Universitas Parahiyangan Bandung (1990), ini ide-ide yang muncul dapat langsung dituangkan di perangkat Communicatornya. “Takut lupa”, ujarnya. Hanafi merasakan benar peran perangkat TI ini. Kini, dengan handphone dan laptop yang selalu dibawanya, membuatnya nyaman bepergian ke mana saja.•


© 2003 eBizzAsia. All rights reserved.