| Taiwan
Semiconductor Pasok Chip ke Nvidia
Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSM), pemasok chip pesanan
terbesar dunia, akan melanjutkan pembuatan silicon wafer bagi Nvidia,
demikian dilaporkan harian Commercial Times, mengutip para pejabat
di TSM.
Seperti diketahui, Nvidia, produsen chip grafis terkemuka dunia
dan juga pelanggan terbesar TSM, telah menghentikan pemesanan 80.000
silicon wafer pada bulan Juli, dimana jumlah ini merupakan sepertiga
dari kapasitas total TSM. Nvidia kemungkinan memperbarui pesanan
tersebut setelah Hewlett Packard Co. mengumumkan akan memproduksi
jajaran PC baru, yang menggunakan chip buatan Nvidia, kata harian
tersebut.
Awal Agustus lalu, Nvidia mengumumkan penurunan profit sebesar
84 persen akibat pertumbuhan penjualan semakin lesu dan perusahaan
ini telah menurunkan harga beberapa chipnya yang diperkirakan kurang
laku. Sementara itu, TSM mengatakan bahwa kapasitas produksinya
akan turun menjadi sekitar 70 persen di triwulan ketiga tahun ini,
dari 85 persen pada triwulan sebelumnya.
HONG KONG Pilih Solusi CRM Siebel
Pemerintah
Hong Kong telah mengimplementasikan piranti lunak customer relationship
management (CRM) dari Siebel System di sistem call center-nya,
Dengan karyawan sebanyak 70 orang, fasilitas baru ini menangani
berbagai pertanyaan dan laporan dari masyarakat ke lebih dari sepuluh
lembaga, termasuk di antaranya Departemen Perlindungan Lingkungan,
Departemen Transportasi, dan Departemen Pangan dan Kesehatan Lingkungan.
Sebelumnya, badan-badan pemerintahan tersebut mengelola pertanyaan-pertanyaan
secara terpisah, dengan menggunakan saluran hotlines yang berbeda.
Petugas layanan juga harus mengambil data historis pelanggannya
dari berbagai sumber dengan saluran interaksi berupa Internet, telepon,
fax dan surat, jelas Siebel dalam suatu pernyataan.
Namun, sejak call center dengan solusi Seibel 7-nya mulai berfungsi
bulan Juli lalu, pengoperasiannya telah menjadi terpusat dengan
petugas layanan mengakses informasi kliennya dari sebuah database
yang terkonsolidasi, klaim Siebel.
Para petugas juga mampu dengan segera menjawab lebih 90 persen
dari 3.000 pertanyaan setiap harinya, ujar produsen piranti lunak
tersebut. Hasil seperti belum pernah terjadi sebelumnya.
Di wilayah Asia Pasifik, para pelanggan Siebel antara lain Department
of Community Services di Australia, Hong Kong Post dan juga Hong
Kong & China Gas.•
Singapura Bangun Infrastruktur e-Gov
Badan
bantuan dunia World Bank Group telah memilih perusahaan Singapura,
Ecquaria Technologies untuk membangun infrastruktur e-Government
untuk Meksiko. Dengan dibangunnya infrastruktur ini diharapkan akan
mempermudah akses masyarakat Meksiko untuk mengakses berbagai layanan
pemerintah, seperti pendaftaran perusahaan baru dan surat izin mengemudi
melalui Internet.
World Bank Group, yang menyediakan pinjaman dan hibah ke negara-negara
berkembang mendanai proyek ini, namun tidak disebutkan berapa nilainya.
Piranti lunak buatan Ecquaria yang bernama Service-Oriented Platform
akan menjadi pusat penyediaan layanan masyarakat ini dengan mengintegrasikan
database berbagai badan pemerintah yang tersebar.
Visi “One Government” Meksiko ini akan memungkinkan
berbagai lembaga saling berkolaborasi dan berbagi pengetahuan guna
menyediakan layanan terintegrasi sepanjang waktu, ujar Paul Leong,
wakil presiden Business Development Ecquaria.
“Dengan e-Government, pendaftaran usaha baru, misalnya, akan
membutuhkan hanya satu titik interaksi daripada harus berurusan
dengan banyak pihak,” ujar Leong. Selain mengurangi birokrasi,
transformasi digital ini juga akan menghapus korupsi, tambahnya.
Ecquaria menghabiskan sekitar 7,4 juta dolar AS dan waktu satu
setengah tahun untuk mengembangkan sistem middleware. Perusahaan
ini pulalah yang membangun situs Web layanan masyarakat milik pemerintah
Singapura, yang menangani 500 jenis transaksi, termasuk pendaftaran
akta kelahiran dan aplikasi pemilikan rumah.
Didirikan pada tahun 1998, Ecquaria memperkerjakan 110 karyawan
di Singapura, Cina, Hong Kong, Thailand dan AS. Kabarnya, pemerintah
Cina, Australia, Thailand, Hong Kong, Slovenia dan Spanyol menunjukkan
minat terhadap sistem yang dikembangkannya.•
India Perluas Jaringan Telekomunikasinya
Industri telekomunikasi India, kini tengah berbenah diri meningkatkan
layanannya. Beberapa perusahaan akan menanam investasi miliaran
dolar di infrastruktur telekomunikasinya.
Reliance Infocom, misalnya, akan bekerja sama dengan Videsh Sanchar
Nigam Limited (VSNL) membangun infrastruktur sambungan langsung
jarak jauh domestik dan dengan Bharti Televentures untuk infrastruktur
sambungan langsung internasionalnya. Reliance Infocom akan meluncurkan
layanan broadband dan telah menyiapkan jaringan sepanjang 60.000
km dengan investasi lebih dari 5 miliar dolar AS.
Perusahaan telekomunikasi milik pemerintah India pun tidak mau
ketinggalan. Bharat Sanchar Nigam Limited (BSNL) akan menambah tujuh
juta sambungan pada jaringan fixed linenya, sehingga total menjadi
lebih dari 40 juta sambungan pada Maret 2003.
Total pesanan peralatan layanan fixed line itu diperkirakan bernilai
lebih dari 1,2 miliar dolar AS. Namun, sebagian besar investasi
akan dialokasikan untuk jaringan selular GSM. Dengan 7,6 juta pelanggan
GSM pada Juli 2002, diperkirakan akan mencapai 12 juta pelanggan
pada Maret 2003, bahkan 50 juta pelanggan Maret 2005. Tarif yang
terus turun, meningkatnya kompetisi dan diluncurkannya layanan telephony
Wireless in Local Loop (WiLL) adalah faktor tumbuhnya pasar GSM.
Reliance akan meluncurkan layanan WiLL berbasis standar Code Division
Multiple Access (CDMA), bukan berbasis GSM melintasi 18 wilayah
tahun depan.
Sementara BSNL, investor terbesar di infrastruktur selular GSM,
bulan lalu meluncurkan jaringan dengan 4 juta sambungan di seluruh
negeri, dan akan meluncurkan “layanan mobile dengan harga
terjangkau” di 1.000 kota di seluruh India dalam 12 bulan
mendatang.•
2003:Satelit Broadband iPSTAR di
Asia
Salah
satu operator satelit terbesar di Asia yang bermarkas di Thailand,
Shin Satellite Public Company Limited, sebelumnya dikenal sebagai
Shinawatra Satellite Public Company Limited, telah memberi kontrak
senilai lebih dari 20 juta dolar ke Andrew Corporation untuk merancang
dan memasang suatu jaringan yang terdiri dari 18 gateway stasiun
bumi di seluruh Australia, Asia dan Selandia Baru.
Instalasi jaringan ini ditargetkan akan dimulai pertengahan 2003
dan akan digunakan untuk menangani sistem satelit broadband iPSTAR
milik Shin Satellite, suatu sistem yang memasok layanan komunikasi
broadband yang murah, berkapasitas tinggi, direct-to-desktop dan
bersifat dua arah ke pengguna.
Layanan yang tersedia akan meliputi akses Internet, layanan akses
broadband masal, Virtual Private Networking (VPN) melalui iPSTAR,
video conferencing dan Voice Service iPSTAR.
Rekanan Shin Satellite dalam R&D telah mengembangkan teknik
coding dan kompresi digital efisiensi tinggi, dengan arsitektur
sistem yang unik dan fleksibel yang memungkinkan sistem satelit
broadband iPSTAR menyediakan kapasitas nominal di atas 40 gigabit
per detik. Ini setara dengan lebih dari 1.000 transponder 36MHz
standar, atau 20 kali lebih efisien dibandingkan teknologi satelit
konvensional.
Shin Satellite berniat meluncurkan satelit iPSTAR pertama (“iPSTAR-1)
pada akhir 2003. Bila terlaksana, iPSTAR-1 akan mencakup seluruh
wilayah Asia Pasifik, dari Australia sampai Kamboja, Cina, Indonesia,
Jepang, Korea, India, Malaysia, Myanmar, Selandia Baru, Thailand,
Pilipina dan Vietnam. Satelit ini akan bersaing menyediakan layanan
akses broadband dengan solusi terestrial seperti digital subscriber
line (DSL) dan cable modem.•
AB Vietnam Terjun ke Bisnis ISP
Badan usaha milik Angkatan Bersenjata Vietnam, Electronic and Telecommunications
Co. (Vietel) telah memenangkan kontrak menjadi penyedia jasa layanan
Internet (Internet Service Provider, ISP) kelima di negara tersebut.
Layanan Internet, yang sedianya akan dimulai September ini, mula-mula
hanya akan mencakup kota Hanoi dan Ho Chi Minh City.
Selain akan menerapkan biaya koneksi sebagaimana diatur Departemen
General of Posts and Telecommunication (DGPT), Vietel diizinkan
untuk menawarkan promosi harga diskon pada awal pengoperasiannya.
Empat perusahaan lainnya yang akan bersaing dengan Vietel di bisnis
ISP Vietnam adalah Vietnam Data Communications Co. (VDC), Corporation
for Financing and Promoting Technology (FPT), Saigon Net dan Net
Nam.
Selain bisnis ISP, Vietel juga telah menerima lampu hijau untuk
memasuki pasar fixed line. Selama ini, Vietel telah menyediakan
jasa saluran jarak jauh berharga murah dengan layanan 178-nya, dengan
dukungan dari badan usaha milik negara lainnya, Viet Nam Posts and
Telecommunication Corp (VNPT). Selain telepon fixed line, jaringan
telepon seluler Vietel juga dijadwalkan akan mulai beroperasi pada
triwulan pertama tahun depan.•
|